Tambah 3 Negara dalam Daftar Larangan Masuk RI, Luhut: Penyebaran Omicron Cepat

TEMPO.CO, Jakarta – Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan menambah tiga negara dalam daftar larangan masuk ke Indonesia menyusul merebaknya varian Covid-19 Omicron. Ketiga negara itu adalah Inggris, Norwegia, dan Denmark.

“Ini mempertimbangkan penyebaran kasus Omicron yang cepat di ketiga negara,” ujar Luhut dalam konferensi pers, Senin, 20 Desember 2021.

Sebelumnya, Indonesia menetapkan sebelas negara sebagai zona merah penyebaran varian Omicron. Sebelas negara itu adalah Botswana, Eswatini, Lesotho, Malawi, Mozambik, Namibia, Nigeria, Afrika Selatan, Zambia, dan Zimbabwe.

Semula Indonesia mempertimbangkan Hong Kong sebagai negara yang masuk kategori dilarang masuk. Namun belakangan, pemerintah memutuskan menghapus Hong Kong dalam daftar itu.

Merujuk aturan pemerintah, larangan masuk negara-negara zona merah penyebaran Omicron ini berlaku untuk warga negara asing atau WNA. Sedangkan warga negara Indonesia (WNI) dari negara-negara tersebut bisa masuk ke wilayah Tanah Air dengan ketentuan karantina 14 hari.

Luhut mengatakan masih banyak hal-hal yang belum diketahui Indonesia mengenai varian Omicron. Namun penelitian yang ada menunjukkan bahwa varian ini menyebar lebih cepat dan meski kemungkinan risikonya lebih ringan.

12 Selanjutnya

“Berita baiknya, sampai saat ini tingkat kematian karena Omicron masih rendah, meski kita tetap masih harus menunggu informasi tambahan,” kata Luhut.

Luhut mengatakan pemerintah terus mewaspadai masuknya WNI dan WNA dari berbagai negara baik melalui angkutan udara maupun laut. Karena itu pemerintah berencana melakukan pengetatan di pintu-pintu masuk kedatangan.

Salah satunya, Luhut mengatakan pemerintah membuka opsi meningkatkan masa karantina menjadi 14 hari dari sebelumnya 10 hari. Perpanjangan masa karantina ini mempertimbangkan kondisi penyebaran varian Omicron bila ke depan semakin meluas.

“Pemerintah juga akan kembali menyiapkan tempat-tempat atau wisma karantina baru untuk menjaga agar kondisi kepulangan mereka tetap kondusif dan sesuai protokol yang ada.

Pemerintah selanjutnya mengkaji kesiapan Bandara Juanda Surabaya sebagai pintu masuk baru bagi pelaku perjalanan luar neeri yang akan pulang ke Tanah Air,” kata Luhut.

FRANCISCA CHRISTY ROSANA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.